Akan ada saatnya, dia yang selalu mengemis dan meminta kamu mencintainya, berada dalam titik penyesalan terdalam.
Dia menyesali pengorbanannya untukmu, dia menyadari ketololannya karena terlalu mencintaimu, dia memahami betapa tidak pekanya perasaanmu padanya.
Perlahan sekali dia akan mundur teratur.
Dia akan meninggalkanmu pelan-pelan, hingga kamu tidak menyadari bahwa dia sudah melupakanmu jauh-jauh hari.
Kamu masih begitu percaya diri, bahwa dia pasti akan tetap kembali.
Tapi, dia tidak kembali. Iya, dia sungguh tidak kembali.
Lalu nanti dengan rasa percaya diri, kamu menyapanya seakan tidak terjadi apa-apa.
Tapi, dia tidak bergeming, dia tidak menjawab setiap pesanmu.
Dia sungguh melupakanmu.
Baru kali ini, kamu menangis sejadi-jadinya, hanya untuk orang yang tidak pernah kamu cintai sebelumnya.
Namun, ketika dia pergi makin jauh, kamu baru menyadari bahwa jarakmu dan jarak dengannya telah membuatmu merasakan kehilangan.
Kamu kehilangan sosok yang paling mencintaimu kemarin, yang kamu abaikan karena kamu begitu percaya diri; dia akan tetap kembali.
Karena kamu begitu percaya diri, dia akan selalu berkorban mati-matian untukmu.
Kamu begitu percaya diri, bahwa dia tidak akan meninggalkanmu.
Kamu begitu percaya diri, bahwa cintanya sudah terpasung bersamamu.
Kamu masih menangisinya, bertanya mengapa dia tidak kembali dan tidak lagi peduli padamu.
Dia tidak menjawab apa-apa, dia bahkan lupa kamu siapa.
Kamu tidak lagi berarti apa-apa baginya.
Kamu tidak percaya akan sampai di titik ini, di titik saat dia benar-benar melupakanmu.
Di titik itu kamu akan ingat saat semua orang selalu bilang, apa yang kamu tabur, akan kamu tuai.
Apa yang kamu lakukan pada orang lain, akan dibalas.
Ya, begitulah orang orang menyebut nya sebagai "Karma"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar